Selasa, 22 Desember 2009

Renungan Seorang Muslim


Surah Al Maa'un Ayat satu, Kita-kah ? ( hanya sebuah renungan kecil )

Diantara rintik hujan yang mengantar senja ke tempat peristirahatannya , semilir angin berhembus menerpa wajah-wajah letih di jalanan membuat orang enggan untuk keluar rumah. Genangan-genangan air mulai muncul di jalan-jalan beraspal yang tidak lama lagi akan memantulkan cahaya lampu-lampu jalan menandakan malam segera datang. Disudut jalan seorang anak kecil masih asyik memainkan mobil-mobilan bekas yang di perolehnya tadi siang dari tempat sampah. Ibunya masih tertidur disampingnya, atap-atap lebar rumah dan lebatnya pohon melindungi mereka dari sapuan air hujan, di sudut lain tampak beberapa pengemis dan pemulung juga mulai merebahkan diri. " Allahu Akbar..Allahu Akbar" kumandang adzan maghrib terdengar saling bersautan dari corong-corong spiker masjid, suarayang mengajak orang menemui Sang khaliq penciptanya.

" Bu..bu..itu udah adzan mau sholat gak?" teriak anaknya membangunkan sang ibu, tapi ibunya masih terus tertidur. Anak itu diam , lalu kemudian meneruskan bermain mobil-mobilan. Setelah hampir setengah jam asyik bermain , anak tersebut kembali membangunkan ibunya " Bu....bu..., ...ibu gak sholat...... bangun dong bu...angga lapar nih !!" teriak anaknya, tapi ibunya masih tetap tertidur, tidak bergeming sedikitpun. Karena keletihan membangunkan ibunya tetapi tidak ada hasil anak itu kemudian tertidur disamping ibunya. Anak itu berusia lima tahun dengan badan kurus dan lusuh, sedangkan ibunya berusia sekitar tiga puluh tahun dengan wajah kurus pucat seperti orang sakit keras. Tidak beberapa lama adzan Isya berkumandang.

Hujan semakin deras, jalanan tampak sepi, Anak itu terbangun sambil meringis karena merasa lapar. Dia bangun lalu berlari kearah masjid di seberang jalan, kemudian menengadahkan tangan kepada jama'ah masjid yang hendak melaksanakan sholat. Anak itu telah terbiasa mengemis di depan masjid dan di persimpangan jalan, tetapi malam itu tidak satupun jama'ah yang memberikannya uang. Dia terus meringis menahan sakit perut yang belum terisi sejak pagi karena ketika siang hari ibu nya muntah-muntah lalu kemudian tidur dan belum bangun sampai malam itu.

" Aro'aitalladzi yukajjibu biddin, fadza likalladzi ya du'uul yatim wa la yaa khuddu 'alaa thoo 'amil miskin" terdengar suara imam membaca surat Al Maa'un dari dalam masjid tentang para pendusta agama. Semua jama'ah hafal ayat itu tapi sama seperti nasib anak di luar masjid itu surah Al Maa'un tersebut terlantar di sudut ingatan. " Iqra !" kata malaikat jibril kepada Muhammad SAW, tidak ada kitab disana , Rasulullah SAW pun tidak bisa membaca, lalu apa yang mesti di baca ? " Iqra bismirabbikalladzi khalaq"

bacalah dengan menyebut nama Tuhan Sang Maha Pencipta, surah itu seperti berteriak kepada kita "bacalah sekelilingmu, bacalah keadaan lingkunganmu, baca dan berkacalah pada alam semesta dan tunjukan kepedulianmu" dan kita hanya tertunduk sambil terus membolak-balik kitab suci.

Anak itu belari kembali kepada ibunya sambil menangis menahan sakit, tubuhnya basah oleh air hujan, air yang bagi mahluk lain menjadi rahmat, tetapi baginya menjadi seperti sapaan Tuhan terakhir kepadanya, dia tertidur sambil memegang perut didada ibunya. Kedua ibu dan anak itu pada pagi harinya di ketemukan warga telah meninggal dunia, meninggalkan derita yang dideranya , meninggalkan para pendusta agama yang tidak pernah mau menyapanya.

Renungngkan: Ketika malam nanti hujan menghampiri kita, disaat kita berkumpul bersama keluarga dan merasakan kehangatan, maka sesekali ambillah payung lalu keluar rumahlah, carilah rintihan disudut-sudut jalan, di halte-halte bis , sapalah mereka , redakan ketakutan di hati mereka berbagilah sedikit. Jika kokohnya rumah kita masih membuat takut anak anak kita ketika mendengar halilintar , lalu bagaimana dengan teriakan anak-anak tanpa atap tersebut, siapa tahu senyuman kita mampu mengusir galau dan resah di hati mereka lalu perlahan-lahan bisa melunturkan stempel pendusta agama di kening kita

Selasa, 15 Desember 2009

Bekerja dan Beribadah


“Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan- Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". QS. At-Taubah (9) : 105.

Hidup adalah gerak dan bekerja, hidup tanpa kerja adalah hampa, persoalannya adalah bagaimana agar pekerjaan itu memiliki nilai, dan apa motif yang mendasari pekerjaan kita itu.

Manusia diciptakan Allah SWT untuk beribadah, Islam tidak membatasi makna ibadah hanya ritual keagamaan, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji, tapi lebih dari itu, semua pekerjaan keduniawian bisa memiliki arti ibadah, Artinya, bukan hanya materi yang kita dapat, tetapi juga ridha dan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta Ala.

Petani yang bekerja disawah, pegawai yang bekerja di kantor, pedagang, nelayan, pengusaha, semua pekerjaan itu bisa bernilai ibadah manakala memenuhi beberapa syarat,

Pekerjaan itu jelas yang bukan dalam kategori yang diharamkan Allah Subhanahu Wa Ta Ala, seperti bertransaksi dengan cara riba, menjual narkoba atau minuman keras, bekerja di tempat maksiat, dan memperdagangkan wanita, atau memperdagangkan anak, atau bayi, serta bekerja lain lain yang diharamkan Alloh Subhanahu Wa Ta Ala, dan bekerja itu juga harus dibarengi dengan niat kebaikan dan ikhlas.

Bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi, menafkahi keluarga, memakmurkan bumi sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta Ala, bekerja bukan untuk menumpuk harta, atau “riya”, dan bermegah - megahan, atau hanya berharap ingin dihormati orang lain saja.

Berikutnya, rutinitas pekerjaan itu tidak membuatnya lalai dan meninggalkan ibadah ritual, sebagaimana tuntunan dan firman Alloh ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta -hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.''
QS. Al-Munafiqun (63) : 9.

''Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang”. QS An-Nuur (24) : 37.

Pekerjaan itu tidak dilakukan dengan cara merampas hak orang lain, mengkhianati, berlaku curang, dan menipu, pekerjaan harus dilakukan secara profesional, cermat, dan baik. Artinya, pekerjaan itu harus dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan terkait. ''Sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang melakukan pekerjaannya dengan profesional. '' (HR Baihaqi).

Sebagai Muslim, kita harus berusaha menjadikan setiap pekerjaan memiliki nilai ibadah, memberi keuntungan materi dunia, dan pahala untuk kepentingan akhirat, ukuran paling sederhana adalah kesucian niat dan keikhlasan melakukan pekerjaan, bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta
Ala dan Rasul-Nya.

Sedangkan untuk melakukan pekerjaan secara baik dan benar harus didasarkan pada ilmu -ilmu yang terkait dengan bidangnya, Namun, ilmu-ilmu itu pun harus tidak bertentangan dengan Al-Quran dan hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

Mari kita bekerja dan berjuang menuju selamat dunia sampai akhirat

Minggu, 13 Desember 2009

Senyum, Sapa, dan Salam


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.QS. Al-Hasyr (59) : 18.

''Kamu tidak akan pernah bisa menarik simpati orang lain dengan harta benda yang kamu miliki, tetapi kamu bisa menarik simpati orang lain dengan wajah ceria (senyum) dan dengan akhlak yang baik.'' (HR Abu Yu'la dan Al-Baihaqi).

Setiap orang mempunyai bibir. Akan tetapi, tidak setiap orang bisa dan biasa untuk tersenyum. Senyum memiliki dampak yang beragam. Coba bayangkan jika kita melihat teman yang biasanya tersenyum, tetapi kemudian senyum itu tak tampak lagi di bibirnya. Tentu kita akan bertanya-tanya ada apa.

Sementara dengan senyuman, akan membuat orang lain merasa senang, aman, tenteram, nyaman, dan damai. Senyum memang begitu dahsyat. Ada yang karena senyuman, orang menjadi teriris hatinya. Inilah yang disebut dengan senyuman sinis. Ada pula senyuman yang membuat orang yang melihatnya menjadi mabuk kepayang hingga terjerumus ke lembah maksiat. Inilah senyuman menggoda yang ditebar para lelaki dan wanita penggoda. Senyum sejenis ini tentu akan membawa bencana karena bisa
menyebabkan orang melanggar larangan Allah SWT.

Ada juga senyum yang membuat hati kita bergetar melihatnya. Itulah senyum ketabahan dari seorang hamba yang ikhlas menerima ujian Allah SWT. Ada lagi senyum ketegaran. Inilah senyuman dari orang yang tegar dalam menerima ujian, baik itu berupa bencana alam maupun kepahitan hidup. Selain itu, ada juga senyum yang penuh dengan ketulusan. Senyum ini membuat orang yang melihatnya ikut
berbahagia.

Di antara manfaat senyum adalah menambah daya tarik. Orang yang murah senyum kepada sesama akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sebab, senyum yang berangkat dari ketulusan hati merupakan sedekah. ''Senyummu terhadap saudaramu adalah kebajikan.'' (HR At-Tirmidzi) .

Begitulah dahsyatnya dampak dari sebuah senyuman yang mempunyai banyak arti. Sampai-sampai Rasulullah SAW menegaskan hal tersebut dalam hadisnya.

Pernah suatu ketika Rasulullah SAW terlihat berwajah masam ketika seorang pemuda lewat di hadapannya dengan rambut yang acak-acakan. Karena merasa diperhatikan, pemuda itu bertanya-tanya dalam hati.

Apakah gerangan yang membuat Rasulullah SAW bermuka masam padanya? Ternyata, rambutnya yang acak-acakan itulah yang menjadi penyebabnya. Ketika pemuda itu lewat kembali di depan Rasulullah SAW dengan penampilan yang lebih menarik, maka Rasulullah SAW mengembangkan senyumnya. Itulah senyum Rasulullah SAW kepada umatnya. Lalu, sudahkah kita menjadikan senyum sebagai modal utama dalam mendakwahkan Islam di muka bumi ini?

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. QS. Al-Ahzab (33) : 35,

Wahai saudaraku, Mari kita sampaikan yang hak dengan senyum, sapa dan salam penghormatan.

Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf


IDENTITAS BUKU
JUDUL BUKU : UNTAIAN MUTIARA KEHIDUPAN PARA SALAF (Kisah-Kisah Pilihan Membangun Jiwa)
PENGARANG : SHOLAHUSSIN ABU FAIZ BIN MUDASIM
PENERBIT : PUSTAKA AL FURQON
CETAKAN KE-1 : SHOFAR 1430H

RINGKASAN BUKU:
Membaca kisah memang terkadang lebih mengasyikkan dan menyenangkan serta cenderung disukai jiwa ketimbang membaca buku-buku pelajaran atau karangan-karangan ilmiah. Karena itu, tidak jarang para pengarang dan para jurnalistik lebih senang untuk menawarkan hasil karya dan uneg-uneg mereka dalam bentuk novel, cerita maupun kisah. Masih segar dalam ingatan, sebuah bu novel anyar yang dapat menarik perhatian ribuan pembaca-terutama kalangan muda-mudi di negeri ini- sehingga buku itu pun lalu dinobatkan sebagai best seller alias laris manis. Di antara penyebabnya adalah karena dipaparkannya hasil karya teersebut oleh sang penulis dalam bentuk cerita, di samping pembahasan yang disuguhkan memang selalu digandrungi oleh kawula muda dan ABG.
Kita tidak perlu mempersoalkan bentuk pemaparan dan model penyajian. Hanya, yang terpenting adalah isi cerita itu sendiri karena kita sendiri tidak boleh membodohi umat dengan cara menyuguhkan cerita-cerita dusta dan khayalan atau cerita-cerita fiktif yang tidak memiliki sandaran sanad dan bukti otentik. Lebih tidak boleh lagi bila cerita-cerita tersebut disandarkan pada agama, khususnya Islam.
Sebaik-baik cerita adalah apa yang diceritakan oleh Al Qur’an yang turun langsung dari Zat yang Maha Mengetahui. Seperti makna yang terkandung dalam Surat Yusuf ayat 3 : “ Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an keepadamu…..”. Maka semua kisah yang diceritakan oleh Al Qur’an pasti benar dan nyata adanya, tanpa ada pengurangan atau penambahan.
Sebuah kisah tidak dikatakan benar kecuali bila cerita tersebut benar-benar bersesuaian dengan kenyataan yang ada tanpa penambahan maupun pengurangan, dan Allah Maha Suci dari sifat dusta, maka sangat tidak mungkin bila Allah menceritakan sebuah kisah lalu kisah itu tidak terjaddi atau tidak sesuai dengan kenyataan.
Setelah yang termuat di dalam Al Qur’an, kisah terbaik adalah yang diceritakan oleh al hadits karena merupakan salah satu bukti kenabian Rasulullah. Beliau pasti benar apabila menceritakan suatu kejadian yang telah terjadi ataupun yang belum, yang terjadi pada masa beliau ataupun jauh dari masa beliau. Kisah yang dibawakan oleh AL Qur’an dan Al Hadits, semuanya adalah nyata dan benar tanpa keraguan sedikitpun. Dan Allah pun memerintahkan kepada nabi-Nya untuk mengisahkan kepada manusia kisah-kisah yang membangun jiwa. Mudah-mudahan mereka dapat berpikir dan mengambil hikmah dari kisah orang-orang sebelum mereka, dapat mengukur diri mereka, dan dapat mengambil pelajaran berharga darinya. Diharapkan mereka dapat menjauhkan diri dari sifat-sifat jelek apabila orang-orang terdahulu adalah orang-orang zalim dan dapat mneladani jika orang-orang sebelumnya itu adalah orang-orang yang sholih.
Berpijak pada paparan di atas, maka muncullah buku ini. Buku berjudul “Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf” ini berisi 16 kisah yang dapat membangun jiwa pembaca. Semuannya disusun dengan sistematika yang mudah dipahami pembaca. Setiap judul kisah, pengarang selalu member pengantar yang berisi landasan atau sumber kisahnya. Sumber yang dipakai dalam karangan ini adalah AL Qur’an dan Al Hadist, serta kitab-kitab lainnya sebagai pendukung. Setelah diuraikan sumbernya, kemudian pengarang menyuguhkan kisah pembangun jiwa dan akan ditutup dengan ulasan-ulasan pelajaran (ibroh) yang dapat diambil dari kisah tersebut.
Kisah-kisah yang dapat kita nikmati dalam buku ini antara lain adalah; amal baik menjadi jalan keluar, tragedi ashabul ukhdud, matahari tunduk kepada seorang nabi, penduduk surge yang terakhir, karomah tiga bayi ajaib, Dajjal malapetaka akhir zaman, mayit bangkit dari kuburnya, persaksian binatang yang terzalimi, masuk surrga karena membuang duri, si pembunuh masuk surga, dan balasan bagi seorang penipu.
Memang sangat banyak pelajaran dan hokum yang bias dipetik dari kisah-kisah tersebut, tetapi alangkah sedikit orang yang mau mengambilnya……….!!!!!

Tangannya Menjadi Lumpuh


IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Tangannya Menjadi Lumpuh
Menyelami Kisah-kisah Tragis Akibat Durhaka Kepada Orang Tua
Pengarang : Fathurrohman Muhammad Jamil
Penerbit : Mumtaza
Cetakan I : April 2007

SINOPSIS
“Wahai anakku, telah berlalu tahun demi tahun dari usiamu, dari dirimu selalu kubawa dalam hatiku. Aku memandikanmu dengan kedua tanganku, kujadikan pangkuanku sebagai bantalmu, dan dadaku sebagai makananmu. Aku berjaga semalaman agar engkau bisa tidur. Aku susuri siang hariku dengan keletihan demi kebahagiaanmu. Dambaanku setiap hari adalah melihatmu tersenyum, dan idamanku setiap saat adalah engkau memintaku sesuatu yang aku dapat melakukannya untukmu. Itulah puncak kebahagiaanku….”
Sepotong kisah dari buku di atas, kiranya sudah dapat mengambarkan garis besar isi buku kecil ini. Ukuran kecil, bukan berarti membahas hal-hal kecil atau sepele. Pembaca akan mengkonsumsi berbagai macam kejadian-kejadian yang berhubungan dengan berbakti kepada kedua orang tua. Bukan berarti untuk menakut-nakuti pembaca, namun pengarang lebih bertujuan agar masalah berbakti kepada orang tua menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Tidak jarang dalam kehidupan sehari-hari, secara sadar atau tidak, kita telah menyakiti mereka.
Sesungguhnya berbakti kepada orang tua adalah sebuah nilai luhur yang telah Allah sejajarkan denganlangsung ketaatan dan peribadahan kepada-Nya. Allah meninggikan nilai luhur ini hingga mencapai derajat penghormatan dan keikhlasan yang mutlak. Allah telah berfirman,”… dan kepada kedua orang tua, hendaklah berbuat baiklah…”( Q.S Al Isra’:23)
Ihsan (berbuat baik kepada orang tua) bisa diartikan dengan beragam kesantunan yang sifatnya menyeluruh, ketaatan tanpa pamrih, tunduk, benar-benar merendah, penuh kasih sayang dan bersikap perhatian kepadanya. Diantara salah satu bentuknya adalah mencurahkan segenap tenaga guna mendapatkan keridhoan kedua orang tua, serta mencintai mereka, meskipun mereka adalah orang kafir dan telah mengabaikan kewajiban mendidik dan melindungi anaknya.
Sungguh, berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan nilai keislaman yang paling agung, yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kita. Oleh karena itu, Fathurrohman Muhammad Jamil, pengarang menyuguhkan berbagai macam kisah, baik kisah berbakti kepada orang tua ataupun kisah kedurhakaan terhadap keduanya.
Secara umum, buku ini mempunyai bahasan yang mudah dipahami. Lebih banyak menjelaskan lewat kisah-kisah, menjadikan bahan bacaan ini lebih menarik dan tidak membosankan. Akan menjadi bahan renungan, bagi kita yang masih sering menyakiti orang tua. Akan memberi pencerahan dan menyadarkan segala tingkah laku kita. Semoga dengan hadirnya buku ini, menjadikan kita semakin bijak dalam memperlakukan orang tua. Karena bagaimana pun, suatu saat nanti kita akan menjadi orang tua. Kalau takut disakiti oleh anak-anak kita kelak, maka jangan sekali-kali menyakiti hati orang tua kita.

Minggu, 29 November 2009

Bangunlah Jembatan, Jangan Tembok


Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini
retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki.

Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa. Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu.
"Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan?" kata pria itu dengan ramah.

"Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?"

"Oh ya ?!" jawab sang kakak.

"Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana . Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada
gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku, sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya! !".

Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bias membuat tuan merasa senang."

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya.

Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan lading pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan
undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana , terlihat sang adik bergegas berjalan
menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.

"Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku." kata sang adik pada kakaknya.

Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
"Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.

"Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini", kata tukang kayu, "Tapi masih banyak
jembatan lain yang harus saya selesaikan."

Sadarkah kita bahwa:
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan.
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut, karena mulut tadi adalah senjata yang tajam. Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh (jumlah mulut hanya 1 lebih sedikit dibandingkan jumlah mata dan telinga yg masing2 ada 2buah/kanan & kiri) karena itu selayaknya kita Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.

Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai Anda dengan cara dan sebanyak yang sudah Anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka Anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.

Sholat pun juga Qurban...


Saudaraku, bagi yang belum mampu berkurban pada hari raya nanti, jangan berkecil hati, sebab dalam kitab Hilyatul Auliya', Fakhruddin al-Razi menjelaskan hadits Nabi kepada Ka`b: "Wahai Ka'b! Puasa itu adalah perisai, Shalat adalah kurban dari setiap orang yang bertakwa, Haji itu adalah bentuk jihad dari setiap orang yang lemah, Zakat badan adalah puasa, Pendakwah tanpa amalan bagai pemanah tanpa busur, Pancinglah turunnya rizki dengan bersedekah, Bentengilah hartamu dengan zakat".

Rabu, 25 November 2009

Orang - orang yang Didoakan oleh Malaikat


Allah SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan,
mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya.
Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka,
dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah,
dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.
Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu shalat.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci,
kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf).
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra.,
bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn',
maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian
selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata,
'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat
( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.
Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit)
sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka,
'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan
mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.
Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan,
maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata,
'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya
di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian.
Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang
yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Disarikan dari Buku Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

Bertanggung jawablah !!


Dalam hidup ini, setiap peran menuntut adanya tanggung jawab. Tak ada peran yang bisa dijalani dengan sembarangan. Peran apapun yang diemban seseorang. Profesi apapun yang dipilih seseorang. Harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.
Segala peran yang ada dalam hidup ini memang dihantarkan melalui takdir Allah. Bersama takdir-takdir itu manusia dengan sukarela memilih perannya masing-masing. Karena itu, seorang laki-laki yang memutuskan untuk menikah harus bertanggung jawab atas nafkah keluarganya. Seorang istri harus bertanggung jawab menjaga amanah suaminya. Seorang kyai harus bertanggung jawab terhadap fatwa-fatwanya. Seorang tentara harus bertanggun jawab terharap letusan senapannya. Seorang supir harus bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpangnya. Seorang karyawan harus bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya yang untuk itu ia bersedia menandatangani kontrak kerja, begitu seterusnya.
Dari sinilah penghargaan atas sebuah peran. Seringkali bukan kemegahan peran itu, tetapi bagaimana peran itu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Seorang penjaga sepatu jama’ah masjid yang berjuang melawan pencuri jauh lebih terhormat daripada seorang penguasa yang membiarkan rakyatnya tergenang banjir darah dan terkapar karena lapar.
Wajar, bila dalam Islam sikap amanah dan tanggung jawab menjadi sisi sebelah dari keimanan. Rasulullah SAW bersabda: ”Tidak beriman siapa yang tidak amanah, dan tidak berislam siapa yang tidak menepati janji”. (HR. Ahmad). Pada kali lain beliau menjelaskan: “Yang dimaksud orang beriman adalah yang merasa aman terhadap orang itu, baik atas jiwanya maupun hartanya”. Orang beriman harus membuat orang lain merasa aman. Sebaliknya, orang yang membuat orang lain merasa tidak memiliki rasa tanggung jawab dan imannya dipertanyakan. Pada kesempatan lain, Rasulullah mengatakan, “Demi Allah tidaklah beriman, tidaklah beriman, yaitu orang yang tidak merasa aman tetangganya dari keculasannya”.(Muttafaq Alaih)
Menunaikan tanggng jawab dengan sebaik-baiknya merupakan pangkal keberuntungan. Allah berfirman: “Telah beruntunglah orang yag beriman”. Setelah itu Allah menyebut sifat-sifat orang beriman itu, diantaranya,”Yaitu yang memegang amanah dan janji-janjinya”. Bahkan hingga ke akhirat sikap amanah akan membantu pelakunya. Sperti diriwayatkan Imam Muslim bahwa nanti sikap amanah dan menyambung silaturrahmi akan berubah menjadi tanggak yang berdiri di sebelah kiri dan kanan jembatan di atas jahanam. Dengan tonggak itu seorang muslim yang memegang amanah dan menyambung silaturrahmi akan terbantu menyeberang. Wallahu ‘alam bisshowab……

Selasa, 24 November 2009

Ketika Usia Kita Dewasa


“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri..” al-Ahqaf (QS 46:15)

Ayat di atas adalah do’a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun.
Inilah do’a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan (anak-cucu). Inilah do’a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do’a penuh permohonan, penuh kesyukuran, dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, serta hakikat kehidupannya.
Sungguh ketika seseorang menapaki usia yang ke-40 telah sampailah ia pada fase kearifan hidup. Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya. Pada usia ini, seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskanya. Persoalan kehidupan sudah semakin kelihatan berat dan bukan lagi fase fisik, bukan lagi fase coba-coba, melainkan fase kearifan hidup.
Ahli tafsir ada yang menyebutkan bahwa do’a seperti pada ayat di atas diucapkan oleh Abu Bakar As-Shidiq ra ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam. Dan, do’a itu masih dilantunkannya setiap hari hingga seluruh anggota keluarga Abu Bakar yang lain masuk Islam. Sedangkan oleh Talhah bin Masyraf kepada Abu Ma’syar ketika dia mengadukan kenakalan anaknya agar anaknya menjadi orang-orang sholeh dan sholehah.
Dua kata kunci pada do’a ini adalah ‘syukur’ dan ‘taubat’. Hakikat syukur adalah penegasan pengakuan diri akan nikmat yang telah diterimanya serta ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas segala kebaikan-Nya. Sementara inti tobat adalah saling ‘berbuat kebaikan’ antara manusia dengan Allah. Dimulai dari manusia yang ‘berbuat kebaikan’ dengan penyesalan kemudian dibalas oleh Allah ‘berbuat kebaikan’ dengan pengampunan dan pemberian rahmat-Nya serta manusia bertobat lantas Allah mengampuninya. Inilah hubungan mesra dan bermakna hakiki antara mahluk dan kholik.
Di zaman yang serba mengkhawatirkan seperti sekarang ini, ketika tantangan dan godaan hidup tidak lagi ringan, sudah selayaknya kita lakukan ikhtiar batin dengan berdo’a dan munajat selain ikhtiar lahir dengan fisik dan pikiran.
Insya Allah dengan laku syukur dan laku taubat, seluruh keluarga kita bisa selamat meniti jalan kehidupan, menapak duniawi sehingga bisa mencapai khusunul khotimah. Amin.
Pada akhirnya, mari bersama kita renungkan perjalanan kita di persinggahan ini. Hari berganti hari. Berganti hari, berarti kian dekat pada saat akhir hidup kita. Di dunia ini kita hanya mampir. Bukankah sudah banyak orang yang hidup sebelum kita, yang kini mereka kembali ke asal, menjadi tulang belulang.
Di depan kita, sudah banyak generasi muda yang kini hidup untuk menggantikan kita. Lalu kita mau ke mana, mau ke mana, kita pasti mati, mati adalah tempat mutasi kita yang terakhir. Kita pasti akan mempertanggungjawab kan apa yang telah kita lakukan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki tak akan bisa menolak kematian kita. Sehebat apa pun kekuasaan yang kita genggam, tak akan bisa menghalau kematian walau satu detik, walau kita kuat dan perkasa.

Rabu, 18 November 2009

True Friend! Jurus Duahsyaat Milih Sahabat!


IDENTITAS BUKU
Judul Buku : TRUE FRIEND! Jurus Duahsyaat Milih Sahabat!
Pengarang : Rahman Hanifah
Penerbit : Qudsi Media
Cetakan Pertama : Januari 2008


Sinopsis
TRUE FRIEND !!!! Sahabat Sejati…..? Apa sich sebenarnya sahabat sejati itu? Apakah yang sering mengajak loe makan gratis, selalu nganterin ke mana-mana (ke kamar mandi, ke perpus, dan tempat-tempat lain yang lebih asyik) ato yang gimana???
Oke, loe pengen punya punya banyak sahabat? Loe pengen punya banyak teman deket? Loe pengen punya sahabat-sahabat sejati yang member arti hidup loe? Loe juga pengen punya genk yang bikin hidup loe tambah ngejreng?
Tepat sekali kalo loe baca buku yang satu ini. Bakalan dikupas tuntas semuanya, setajam… SILET…!!!!!
Ternyata yang dinamakan sahabat sejati itu teman yang senantiasa berusaha untuk menjalin rasa dengan loe atau beberapa teman yang lain, berusaha untuk berbagi suka duka, berbagi pengalaman, saling memotivasi agar kehidupan lebih baik, lebih bermanfaat dunia akhirat….
Beruntung sekali seandainya loe bisa menjalin sebuah persahabatan sejati, yang ideal, yang bermanfaat dan sesuai dengan kaidah…. Emang ada aturannya klo mau menjalin persahabatan?
Ya ialah….!!!! Dan nggak usah binggung-binggung….Pak Rahman dating ngasih solusi atas permasalahan ini. Ngasih solusi buat loe-loe tentang gimana sich milih sahabat sejati, gimana ngebentuknya jadi persahabatan yang solid, dan Insya Allah bisa jadi barokah untuk semua. Apalagi kalo masih inget, beberapa saat yang lalu media massa khan heboh ma adanya Genk-Genk Motor yang nggak jelas maksud dan tujuannya, yang ssangat meresahkan masyarakat. Makannya, Pak Rahman juga ngasih alternatif untuk bikin yang namannya kelompok sahabat yang keren, yang oleh beliau disebut Genk Putih.
Diceritakan dalam buku ini, Genk Putih adalah kumpulan orang yang bersahabat dan berpegang teguh pada 5 prinsip, yaitu ALLAH jadi tujuan utama, AL QUR’AN jadi aturan mainnya, RASULULLAH jadi panutannya, JIHAD jadi jalan hidupnya dan SYAHID jadi cita-citanya. Subhanallah..!!!! Siapa gitu loh yang nggak mau punya Genk Putih…???
Nah, biar nggak salah milih jalan, maka loe harus jeli tuk nemuin teman-teman sejati. Pertama, yang punya motivasi yang sama tuk berjuang di jalan Allah SWT. Biar genk loe nggak Cuma ngasih manfaat buat anggota genk, tetapi juga ngasih manfaat ke lingkungan sekitar, terlebih buat umat Muslim. Syarat yang kedua, harus yang mampu menggalang dana untuk amal jariyah, bersedekah, nggak Cuma materi aja tapi juga ilmu pengetahuan dunia akhirat. Tambah Subhanallah… apalagi kalo bisa buka lapangan kerja. Pasti lebih ahai….
Eits…eits…eits…tapi loe juga mesti hati-hati ma virus yang satu ini. Warnanya memang nggak kelihatan. Tapi bisa buat kita ketagihan. Nih…’virus merah jambu’ alias jatuh cinta. Kenapa mesti virus merah jambu yaa koq nggak virus hijau daun atau virus biru laut...??? Usut punya usut, ternyata virus ini bisa nyebabkan rusaknya jalinan keeratan dan keakraban di antara sahabat. Jangan sampe melupakan 5 prinsip yang harus dipegang teguh. “Jadi luaskan arti CINTA, jangan mempersempitnya….raihlah keindahan cinta dari Illahi Rabbi.
Nah…., mulai detik ini loe harus niatkan tuk nentuin TRUE FRIEND, biar bisa bikin Genk Putih! Menggalang persahabatan, mengukuhkan ukhuwah, dan silaturahmi. Berbagi senyum, berbagi rasa ‘peduli’ terhadap sesama, memberi dan memberi lebih. Sehigga, genk loe ini nggak Cuma ajang untuk bertemu tetapi lebih sebagai ajang tuk berbagi motivasi, memadukan potensi-potensi pribadi, dan bersama-sama raih prestasi.
Bacalah buku ini dan temukan segudang tips yang akan mempersolid Genk Putih-loe!! Karena selain ditulis dalam bahasa yang gaul, bahasan yang ada di buku ini, sangat lengkap dan sangat bisa ngebantu loe nemukan sahabat sejati. Di setiap bab loe juga akan nemukan semacam kata-kata motivasi yang akan menambah semangat loe. Jadi, nggak ada alasan untuk nggak baca buku ini. Galilah potensi dan motivasi diri loe tuk dapat yang terbaik, dunia dan akhirat! Insya Allah…. Amien!!! Selamat membaca…..!!!